Friday, April 3, 2026

Presiden Terburuk? Rakyat yang Lebih Tahu

Ilustrasi: Pixabay

Ketika kita ingin tahu siapa sebenarnya sosok tertentu, maka tanyalah orang-orang terdekatnya. Sebab, mereka lah yang melihat mendengar, dan mengindra lainnya sosok tersebut. Ya, mulai dari perkataannya kasar atau tidak hingga perbuatannya baik atau sebaliknya. Sebutlah tentang seorang anak, kedua orang tuanya lah yang lebih tahu bagaimana karakternya. 

Nah, begitu pula dengan sosok presiden. Rakyatnya lah yang lebih tahu gaya kepemimpinannya, kegemarannya, dan sebagainya. Misalnya Presiden A adalah seorang yang otoriter, suka korupsi, gemar berbohong, dan menyukai ingkar janji. 

Sehingga, rakyat jualah yang paling bisa menilai presiden mereka termasuk jenis pemimpin baik atau buruk. 

Bagaimana kalau ada orang asing ikut-ikutan menilai? 

Ada dua kemungkinan, yakni orang asing itu merupakan orang bayaran untuk melaporkan kepada dunia bahwa Presiden B adalah presiden terbaik dunia, misalnya. Dan, yang kedua kualitasnya ada di bawah penilaian oleh rakyat di negara tertentu tersebut. 

Tidak jarang untuk kepentingan politik dan bisnis, ada pemeringkatan pemimpin terbaik dunia. Biasanya tidak sama dengan yang diindra oleh rakyatnya. Itulah sebabnya, model pemeringkatan seperti itu tidak bisa menjadi acuan bagi siapa pun. 


 

0 comments: