Sunday, April 5, 2026

Presiden Harus Mengendalikan Ambisinya?

Ilustrasi: Pixabay

Menjadi pemimpin negara bukanlah untuk terlihat hebat, mudah mendapatkan cuan, atau untuk mencapai ambisi-ambisi lainnya. Seseorang yang sejak awal berniat demikian, dipastikan negara yang akan dia pimpinan menjadi lemah dan terus melemah hingga bubar. 

Betapa tidak? Segala potensi negara hanya untuk ambisinya semata. Sebutlah misalnya Presiden Amburadul dari Republik Gundah, yang selalu saja berambisi untuk terlihat hebat di mata asing. Dia tidak peduli anggaran negara defisit. Program-program tidak penting yang menelan anggaran besar pun terus dia jalankan. Ya, anggaran besar, contohnya memberikan makan gratis dari uang pajak dan utang luar negeri kepada peserta didik khusus di taman kanak-kanak, perjalanan dinas ke luar negeri setiap minggu, pembuatan koperasi simpan pinjam berbunga, pembuatan atap kandang sapi, dan pengiriman prajurit ke kawasan konflik yang berbahaya. Semuanya hanya untuk gagah-gagahan. Sehingga saat dirinya berada di luar negeri bisa menyombongkan diri bahwa dia berhasil ini dan itu. 

Padahal, aktivitas-aktivitas yang sejatinya membuat negara bangkrut harus segera dihentikan. Presiden idealnya harus cerdas intelektual, emosional, dan dalam segala hal. Dari sisi intelektual, misalnya, dia haruslah mampu berpikiran waras. Jika anggaran negara sedang tidak baik-baik saja, maka program yang berbiaya besar tidak boleh terus dijalankan. Nafsu untuk mewujudkan segala keinginannya harus diredam. 

Kalau kemudian ada yang mengkritik program-program kerjanya, dia juga harus mampu menguasai dan mengelola emosinya. Segala kritikan itu wajib dia terima dengan lapang dada lalu tanggapi dengan santun dan kerja nyata yang lebih baik lagi. Bukannya malah menolak mentah-mentah seraya berkoar-koar akan menertibkan para pengkritik demi ambisi besarnya. 

Pada intinya, dia harus mampu mengendalikan.ambisinya untuk kebaikan bersama. Nah, pertanyaannya, apakah pada masa sekarang masih ada presiden ideal seperti itu? Ataukah lebih banyak yang berambisi besar tanpa batas? 

0 comments: