![]() |
| Ilustrasi: Pixabay |
Di mana pun, kapan pun, apa, dan bagaimana pun, pemerintah tidak boleh menjadi penata rias.
Kalimat di atas merupakan peringatan keras kepada seluruh pemerintah di setiap negara. Sebab, jika pemerintah hanya suka menata rias negara dari sisi luar, itu jelas sebuah pembohongan publik belaka. Misalnya, pemerintah memberikan makan gratis kepada para siswa sehingga dari luar mereka tampak tidak lapar. Tetapi, itu bukan membangun dari dalam. Pemerintah seharusnya meningkatkan pendapatan orang tua mereka agar tidak hanya di sekolah, di rumah pun para siswa dapat menyantap makanan bergizi.
Contoh lainnya pemasangan atap seragam. Dari luar memang terlihat bagus, tetapi itu hanyalah kulit luarnya. Atap rumah rapi tidak serta merta meningkatkan pendapatan para penghuninya.
Atau, fakta tambahan di lapangan. Ketika ada presiden datang di sebuah provinsi, gubernur setempat merias tampilan daerah-daerah yang akan dikunjungi sang presiden tersebut. Sebelum dan sehabis kunjungan, rumput liar dan para pedagang kaki lima pun dibiarkan tak beraturan kembali. Ini jelas gubernur penata rias. Jelas berbeda dengan gubernur yang memang sungguh-sungguh bekerja membangun dari dalam.
Itu dua bentuki kerja pemerintah pusat dan satu kerja pemerintah daerah yang termasuk kategori merias tampilan luar sebuah negara. Padahal, pemerintah wajib bekerja dengan program-program yang membangun dari dalam. Jika bagian dalamnya sudah bagus, secara otomatis di luarnya pun demikian.
Sebagai analogi sederhana, meski wajah seorang gadis yang putus cinta dirias sedemikian rupa, tidak akan seceria wajah gadis yang jiwanya bahagia.









0 comments:
Post a Comment