![]() |
| Ilustrasi: Pixabay |
Jika tidak, kami goyang terus sampai kamu jatuh. Ya, kalimat pertama di paragraf ini adalah lanjutan dari judul di atas.
Konon, hal itu terjadi di sebuah negara miskin, tapi statusnya berkembang. Sebenarnya negara tersebut telah lama merdeka, namun dari dulu tidak mengalami kemajuan. Bisa dikatakan berjalan di tempat.
Menurut kabar burung, setiap presiden terpilih di sana mendapatkan ancaman dari pihak luar. Jenisnya macam-macam. Dan, akhir-akhir ini lebih kepada uang dan utang.
Maksudnya, pihak asing menginginkan negara tersebut terus-menerus menggantungkan diri kepada mereka dalam bentuk utang. Oleh karena itu, sang presiden terpilih diperintah mereka terus menghamburkan anggaran belanja negara untuk hal-hal tak berguna dan merugikan. Dalam konteks ini, kata "merugikan" merujuk pada kebangkrutan negara tersebut
Alhasil, negara miskin itu terus berutang dan berutang kepada pihak asing dengan bunga yang tinggi. Dari bunga inilah, pihak asing yang merupakan bangkir global itu sangat diuntungkan.
Lantas, apakah negara yang menjadi korban tersebut bisa merdeka dari jeratan para rentenir internasional itu?
Agaknya tidak bisa. Kecuali, suatu waktu kelak ada presiden pemberani dengan dukungan rakyat melawan pihak asing yang merongrong kedaulatan negara mereka. Dengan kata lain, antara rakyat dan sang presiden bahu-membahu berupaya meraih kemerdekaan yang sejati di segala bidang kehidupan.









0 comments:
Post a Comment