Sunday, March 29, 2026

Seorang TNI Gugur SETELAH Israel Dibombardir Iran

Ilustrasi: Pixabay

Konon, Tel Aviv luluh lantak pascaserangan Iran. Rudal-rudal dari negeri Syi'ah tersebut juga menghantam wilayah-wilayah lain di negara zionis itu. Bisa dikatakan "sekilas" Israel sudah dihajar hanis-hanisan. Dan, harusnya tak bisa lagi melakukan penyerangan. 

Namun, kenyataan berkata lain. Negara yang dipimpin Benyamin Netanyahu itu masih mampu melakukan serangan. Bahkan di luar Iran. Ya, kali ini yang menjadi target mereka adalah Lebanon. 

Akibat serangan Israel tersebut, seorang tentara Indonesia gugur dan beberapa lainnya terluka. Mereka tergabung dalam Kontingen Garuda di misi United Nations Interim Force in Lebanon. (UNIFIL). 

Nah yang menjadi pertanyaan, sekuat itukah Israel? Padahal negara mereka sudah dibombardir Iran. Rudal-rudal Israel juga sudah dikerahkan untuk melakukan penyerangan ke banyak tempat, tapi tak juga habis. Kalau boleh disebut, Israel seakan tak ada matinya. Begitu susah untuk dikalahkan. Kekuatannya sungguh luar biasa. 

Mungkin itulah sebabnya negara-negara Arab, seperti Arab Saudi, Yordania, Kuwait, Qatar, Uni Emirat Arab, dan Oman tak ada yang berani melawan Israel. Mereka lebih memilih diam saat orang-orang Arab Palestina dibantai, disiksa, dan diinjak-injak Israel dengan sangat kejam. Orang-orang Arab di luar Palestina tidak mau bernasib sama dengan orang-orang di Gaza dan Tepi Barat. 

Lalu, apakah Indonesia juga diam setelah salah seorang putra bangsa kita gugur? 

0 comments: