![]() |
| Ilustrasi: Pixabay |
Selat Hormuz menjadi kendala kapal-kapal Indonesia dalam menyalurkan bahan bakar minyak ke dalam negeri. Betapa tidak? Iran secara tegas menyatakan bahwa mereka hanya akan mengizinkan kapal-kapal dari negara yang tidak bersekutu dengan Amerika Serikat dan Israel untuk dapat melewatinya.
Kapal-kapal negara jiran kita, seperti Malaysia sudah mendapatkan izin melewati selat tersebut. Alhasil, mereka aman dalam hal pasokan energi. Lantas bagaimana dengan masa depan Indonesia terkait minyak dari Timur Tengah?
Seperti yang kita ketahui bersama, Prabowo Subianto tidak mau keluar dari Board Of Peace (BOP) bentukan Donald Trump itu. Ini artinya Presiden RI tersebut tetap setia menjadi pendukung Presiden Amerika Serikat. Dan, tentu saja Iran pasti keberatan untuk mengizinkan kapal-kapal Indonesia melewati selat di bawah kekuasaan mereka akibat dukungan itu.
Melihat hal ini idealnya Prabowo Subianto paham terhadap langkah yang ditempuhnya di BOP tersebut sudah menyebabkan kerugian bagi negara Indonesia. Maka, sudah seharusnya dirinya keluar dari sana. Tinggalkan keberpihakan kepada Amerika Serikat.
Kalau memang Prabowo terus ngotot mendukung Amerika Serikat dan Israel, maka jangan bawa-bawa Indonesia. Dukunglah dua negara agresor tersebut atas nama pribadi. Sehingga, Indonesia aman dari konflik antara Iran versus Amerika Serikat plus Israel, termasuk dalam hal pasokan minyak dari Timur Tengah.









0 comments:
Post a Comment