![]() |
| Ilustrasi: Pixabay |
Kemarin, Presiden Prabowo Subianto merayakan Hari Buruh dengan begitu wah. Acaranya digelar dengan gegap gempita. Ada pidato, joget, dan pembagian sembako untuk para buruh. Bisa dikatakan tanggal 1 Mei ada pesta pora yang wow oleh Presiden Republik Indonesia bersama para buruh.
Nah, kalau kita mundur beberapa hari sebelumnya, yakni 28 April, tak ada pesta yang serupa hari kemarin. Padahal pada hari itu juga ada hari penting bernama Hari Puisi Nasional.
Atau, hari ini. Ya, hari ini tanggal 2 Mei yang merupakan Hari Pendidikan Nasional juga sama seperti 28 April. Presiden Prabowo tak merayakan dua hari besar lainnya tersebut. Para penyair dan guru tak mendapatkan perhatian spesial dari sang presiden. Di sini jelas sekali ada perlakuan yang berbeda jika dibandingkan dengan para buruh. Padahal sejatinya, setiap hari besar nasional seharusnya memiliki kedudukan yang sama.
Pertanyaan, mengapa demikian? Mengapa hanya para buruh yang diistimewakan? Apakah para penyair dan guru tidak penting di negara ini?









0 comments:
Post a Comment