![]() |
| Ilustrasi Bos Besar: Pixabay |
Jadi, para koruptor jangan langsung dihukum, tetapi cari dulu bukti keterlibatan sang penyuruhnya. Mungkin perlu waktu lama untuk menemukannya. Bahkan, bisa jadi aktivitas itu seperti seorang gadis yang mencari kalung emas kesayangannya di lautan. Meski begitu, kebenaran idealnya wajib diungkap seterang-terangnya.
Ya, apa pun resikonya, para penegak hukum tidak boleh bekerja hanya sampai di titik bawahan, melainkan sampai di kursi atasan yang menyuruhnya korupsi. Selama ini kasus korupsi tidak ditelurusi secara menyeluruh. Setelah koruptor ditangkap, disidang, dan dipenjara, kasus dianggap selesai. Sementara itu sang penyuruh korupsi bebas menikmati uang hasil kerja bawahannya tersebut.
Perlu diingat juga bahwa sang penyuruh itu pun bisa jadi juga orang suruhan. Ada bos besar di belakang tirai yang tak tersentuh sama sekali, namun terus memberikan perintah mengeruk uang negara sebesar-besarnya dengan cara korupsi. Dan konon, bos besar ini adalah orang asing.
Nah, orang asing yang dimaksud ada kemungkinan merupakan presiden negara lain yang lebih besar. Tentu saja, uang hasil korupsi dari negara target akan digunakan demi kemajuan negaranya. Itulah sebabnya, jangan heran jika ada negara yang perekonomian dalam negerinya juga bermasalah, tapi mampu membuat produk-produk berbiaya fantastis. Sebutlah pesawat-pesawat tempur generasi keenam, misalnya
Eh, ngomong -ngomong masih perlu diteruskankah artikel ini? Ah, sudahlah. Toh ini juga sebatas perkataan sebagian pihak di warung kopi pada waktu santai. Benar tidaknya masih sangat perlu dibuktikan.









0 comments:
Post a Comment