![]() |
| Ilustrasi: Pixabay |
Kata sebagian orang, kasus keracunan akibat makan bergizi gratis (MBG) masih unggul daripada kasus juri dan pewara lomba cerdas cermat di Kalimantan Barat. Ya, meskipun sudah diledakkan dengan bahan peledak tingkat tinggi, tetap saja kalah jauh dari yang namanya racun.
Benar, racun lebih kuat daya rusaknya sampai ke hati terdalam. Betapa sedihnya para orang tua yang anak-anak mereka meninggal dunia akibat keracunan MBG. Kehilangan orang-orang terkasih benar-benar menyayat jiwa. Dan, kasus ini bisa dikatakan berkepanjangan. Dari satu sekolah ke sekolah lainnya. MBG yang telah menjadi racun sangat meresahkan publik.
Di bawahnya, ada kasus berupa MBG basi. Lalu ada MBG berulat. Di bawahnya lagi, MBG kurang memenuhi unsur gizi. Bahkan, ada yang berupa sebiji buah kelapa muda dan siswa disuruh memilih sendiri untuk dibawa pulang.
Ketidakberhasilan MBG sebenarnya menjadi catatan paling menggelisahkan dalam sejarah politik dunia internasional. Program lanjutan dari Jokowi ke Prabowo tersebut masih jauh dari predikat baik. Perlu perbaikan luar biasa di banyak sisi guna mewujudkan Indonesia emas pada masa datang.
Kalau diperhatikan, MBG akan dikatakan berhasil setelah kepemimpinan Prabowo Subianto berakhir. Mungkin sekitar tahun 2040.
Menurut sebagian orang yang lain lagi, periode kedua Prabowo Subianto yang didukung Barat, yakni 2029--2034 masih sekadar klaim keberhasilan MBG secara sepihak (pihak presiden).
Lantas, bagaimana menurut Anda?









0 comments:
Post a Comment