Monday, May 11, 2026

Jurinya Belum Menikmati MBG?

Ilustrasi: Pixabay 
 

"Jon!"

"Ya?"

"Lu udah tahu belom soal lomba cerdas cermat empat pilar MPR di Kalbar?"

"Yang jurinya viral itu, 'kan?"

"Tepat sekali."

"Emang kenapa?' Lu gak setuju dengan keputusan jurinya?"

"Tentu saja. Seharusnya juri haruslah bijak."

"Owh...."

"Lu kok anteng -anteng bae? Ga merasa sebel gitu?"

"Sebel sih sebel, tapi guwa masih sibuk dengan  adonan ini."

"Oh iya. Benar juga. Adonannya belum kalis."

"Selain itu, guwa juga sebenarnya lagi sedih."

"Sedih?"

"Ya."

"Masalahnya apa kok lu sedih?"

"Dagangan."

"Emang dagangan lu kenapa?"

"Lu lihat aja sendiri. Adonan yang guwa buat lebih sedikit daripada bulan lalu."

"Penjualan sepi?"

Joni mengangguk.

Raihan menepuk-nepuk pundak temannya tersebut.

"Jadi, guwa ga sempet komentar apa-apa soal juri di Kalbar itu. Paling hanya satu celetukan yang muncul di otak guwa."

"Apa?"

"Jurinya pasti belum menikmati menu bergizi gratis."

Sontak Raihan tertawa setelah mendengar perkataan temannnya itu.

"Bener, 'kan? Penerima MBG belum merata. Belum dirasaan oleh seluruh rakyat Indonesia termasuk para juri lomba cerdas cermat empat pilar di sana."

"Masuk akal. Coba kalau merata, pasti lomba itu akan aman dan terkendali ya?"

"Ya. Harus merata. Tidak boleh tidak. Contoh nyatanya saat ini. Guwa lapar, tapi belum bisa menikmati MBG."

"Ha ha ha ha! Bagaimana kalau kita makan nasi Padang?'

"Lu yang neraktir?"

Raihan mengangguk. Dan tanpa buang waktu, mereka segera beranjak dari tempat itu.


0 comments: