![]() |
| Ilustrasi: Pixabay |
Bagi sebagian orang, sosok Amien Rais adalah sengkuni yang licik dan haus kekuasaan. Sebagian yang lain, menilai tokoh reformasi itu merupakan pejuang yang tak kenal usia. Ya, usianya sudah 82 tahun lebih dan masih mau memikirkan keindonesiaan.
Pro dan kontra terhadap seseorang sebenarnya tak ada yang perlu dipermasalahkan. Setiap orang punya pendapat masing-masing. Si A berpendapat begini, silakan. Si B begitu juga silakan. Kebebasan berpendapat dijamin undang-undang. Itulah sebabnya, pak Amien tidak pernah mempermasalahkan adanya orang-orang yang mengatainya sebagai sengkuni.
Begitu pula ketika seorang Amien Rais ini berpendapat bahwa sosok tertentu adalah penyuka sesama jenis, itu juga hal yang lumrah. Kalau semisal tidak benar, idealnya ditanggapi dengan bukti dari ahli sebagai sanggahan. Artinya, perihal berpendapat haruslah disikapi secara damai dan tidak cocok dibawa ke ranah hukum.
Bahkan terkait hal terakhir di atas, sebagian orang berpendapat bahwa "penyelesaian" dengan memidanakan seseorang yang berpendapat bisa dikategorikan terlalu ekstrem dan sebaiknya dihindari.









0 comments:
Post a Comment