![]() |
| Ilustrasi: Pixabay |
Gerbong belakang ditabrak kereta lain. Itu yang terjadi beberapa waktu lalu. Ya, tragedi kecelakaan kereta di Indonesia tersebut sungguh memilukan. Dan, salah seorang menteri mengusulkan gerbong wanita dipindah di bagian tengah kereta.
Usulan tersebut menimbulkan tanda tanya lucu. Apakah lokasi kecelakaan bisa diatur? Misalnya, kecelakaan hari ini khusus di gerbong depan. Lalu minggu depan di gerbong belakang. Bulan berikutnya di posisi depan. Apakah seperti itu? Tentu jawabnya tidak.
Kecelakaan terjadi begitu cepat. Tidak bisa diprediksi. Jangankan diprediksi, diharapkan saja tidak. Kemudian juga apakah posisi bagian yang terdampak kecelakaan akan tetap sama? Selamanya akan menimpa gerbong belakang secara terus-menerus?
Idealnya, usulan itu bukan berfokus pada posisi, melainkan sistem keselamatan perkeretaapian di Indonesia. Sebagai negara yang telah lama berkecimpung di dunia rel, seharusnya keselamatan sudah menjadi hal utama yang secara kontinyu diperhatikan. Keselamatan penumpang, baik wanita, maupun pria, harus menjadi prioritas. Terlebih jika sudah menyangkut nyawa. Perbedaan jenis kelamin harus ditiadakan. Semua penumpang adalah sama. Yang tidak boleh dilupakan juga adalah, seandainya gerbong wanita di tengah aman, apakah suami dan anak laki-laki mereka yang tewas di gerbong belakang tidak membuat para wanita kehilangan?









0 comments:
Post a Comment