![]() |
| Ilustrasi: Pixabay |
"Maaf, di sini ada wartawan ga?"
Begitu kira-kira ringkasnya pertanyaan sang presiden tatkala ia hendak menuju ke inti pidatonya.
Entah apa yang disembunyikannya di sana? Publik dibuat bertanya-tanya. Ada kecurigaan berhamburan di masyarakat. Kepercayaan publik pun menjadi kosong. Dan, ini sebuah catatan buruk.
Padahal di setiap negara yang menganut paham demokrasi, harus ada keterbukaan. Bagaimana rakyat bisa mempercayai sang presiden jika ia tidak transparan dalam gerak langkah pemerintahannya?
Idealnya, seburuk apa pun harus disampaikan. Rakyat berhak tahu karena semua yang menjadi aktivitas pemerintah pastilah berdampak pada semua orang di negara itu. Bisa dikatakan seharusnya tidak ada rahasia antara rakyat dan pemerintah.
Nah, beda cerita kalau memang sang presiden tidak ingin membuat rakyat marah, maka seharusnya segera dibatalkan rencana "buruk" tersebut dan alhasil tidak ada yang disampaikan. Contohnya, presiden berencana akan bertolak ke Jepang, Belanda, Arab Saudi, dan banyak lagi negara sasaran yang sebenarnya tidaklah terlalu perlu. Maka, batalkan perjalanan ke luar negeri itu agar rakyat tidak marah. Perlu diingat bahwa rakyat bukanlah musuh pemerintah. Bahkan, pemerintah digaji oleh rakyat melalui pajak. Sehingga, transparansi haruslah dinomorsatukan pemerintah. Jika tidak? Kepercayaan publik kepadanya akan lenyap!









0 comments:
Post a Comment