![]() |
| Ilustrasi: Pixabay |
Kocak sekali saat ada yang mengatakan program makan bergizi gratis (MBG) sebagai sebuah negara berdaulat. Tidak sampai di situ, dikatakan bahwa republik ini dijuluki Paman Gratis. Dan, pendapatan negara ini berasal dari negara jajahannya, yakni Indonesia. Rakyat Indonesia dipalak hingga ke akar rumput. Upeti yang sangat banyak itu langsung dibawa langsung dengan menggunakan ratusan sepeda motor listrik yang dikendarai Kepala SPPG.
Setelah sampai di ibukota, rupiah yang sangat banyak tersebut dibagikan ke setiap dapur MBG. Ya, digunakan untuk belanja bahan makanan, dan juga tablet Samsung seharga 17 jutaan rupiah.
Mendengar perkataan bu Iyem, para pembeli di warung makannya sama terbahak-bahak.
Begitulah akrabnya suasana orang-orang kecil. Tak perlu tablet Rp17 jutaan, tak perlu kaos kaki yang per unitnya Rp100k, apalagi sepeda motor listrik seharga 42 juta rupiah. Rakyat biasa itu juga membayar sendiri makanan dan minuman yang mereka nikmati (TIDAK GRATIS!!!).
Dan, apa yang diperdengarkan di warung makan tersebut, selain kocak juga ada benarnya meskipun sedikit. Kita ketahui bersama MBG dinomorsatukan. Tidak peduli ekonomi rakyat Indonesia banyak yang sedang tidak baik-baik saja. Bahkan, ketika negara kita sedang defisit, MBG tetap jalan dan kian menguras anggaran belanja negara.
Pembelian sepeda motor listrik, kaos kaki, dan tablet merupakan contoh pengurasan anggaran belanja Indonesia untuk MBG. Apa-apa demi MBG. Seakan-akan MBG merupakan sebuah negara penjajah penghisap rupiah.
Entahlah sampai kapan MBG ada. Yang jelas, program ini telah membuat Indonesia menurun kualitasnya. Bukan hanya kasus keracunan MBG (sektor kesehatan), tetapi juga kualitas di sektor-sektor lain. Benar, semua anggaran di setiap sektor dipotong dan diserahkan untuk MBG. Alhasil, kualitas pasti mengalami penurunan. Rakyat pun mendapatkan kerugian karena menerima kualitas yang menurun tersebut









0 comments:
Post a Comment