![]() |
| Foto: Pixabay |
Perang Iran versus Amerika Serikat + Israel belumlah usai. Masing-masing pihak masih dalam kondisi prima. Terlebih pascagencatan senjata beberapa waktu lalu. Dari sudut kacamata sederhana, Iran bisa dikatakan sebagai pihak dengan kekuatan di bawah Amerika Serikat. Apalagi ditambah kekuatan Israel, tentu saja Iran diprediksi akan kalah.
Ya, cepat atau lambat kekalahan itu akan dialami Iran. Pertanyaannya, bagaimana seandainya Iran sudah kalah?
Jawaban paling mencolok ialah Timur Tengah akan dikuasai secara mutlak oleh Amerika Serikat dan Israel. Kok? Bukankah di sana masih ada Turkiye dengan kekuatan yang besar? Bahkan, bisa dikatakan Turkiye merupakan kekuatan global yang tidak bisa diremehkan. Betul, faktanya memang demikian. Akan tetapi, negeri di bawah kepemimpinan Presiden Erdogan itu belum bisa sepenuhnya lepas dari jeratan Amerika Serikat dan Israel.
Lihatlah betapa Turkiye berkehendak memiliki F-35. Pesawat F-16 varian terbaru pun masih dibeli republik yang didirikan Mustafa Kemal Attaturk itu selama KAAN belum 100% mengudara bebas. Dari sisi bisnis pun, Turkiye belum mau melepaskan diri dari Israel, yakni di bidang energi.
Nah, Itu jika Iran kalah. Lantas bagaimana kalau dilihat lebih dalam lagi? Iran sebenarnya merupakan negara superpower, baik dari sisi militer, maupun sisi-sisi lainnya. Buktinya hingga detik ini Amerika Serikat dan Israel belum mampu menguasai Iran. Dalam rekam jejaknya, Amerika Serikat sebenarnya juga pernah berperang melawan negeri Syi'ah tersebut. Kapan? Itu terjadi ketika Iran melawan Irak. Amerika Serikat berada di pihak Irak, tapi selama delapan tahun peperangan, Iran tetap tak terkalahkan.
Agaknya, perang melawan Iran jika diteruskan akan berkepanjangan, kecuali pihak Amerika Serikat dan Israel menyudahinya secara damai. Akankah?
.svg.png)








0 comments:
Post a Comment