![]() |
| Ilustrasi: Pixabay |
Sebenarnya Indonesia memiliki helikopter yang dapat menjangkau wilayah terdampak banjir untuk menyalurkan bantuan. Indonesia juga memiliki banyak uang untuk membeli sembako di minimarket dan membagikannya kepada korban banjir.
Tapi, yang terjadi bantuan tak kunjung datang dan terpaksa masyarakat menjarah minimarket. Dalam hal ini negara telat hadir di tengah-tengah kondisi yang sangat memperihatinkan. Banjir bukanlah hal kecil, melainkan bencana besar yang sangat merugikan. Perlu penanganan optimal.
Negara harus secara maksimal terjun langsung membantu masyarakat yang terdampak bencana ini. Terlambat sedikit saja bisa fatal. Ya, korban banjir pasti akan mengalami perut lapar, tubuh lemah, daya tahan tubuh turun drastis, dan rawan terhadap berbagai penyakit.
Itulah sebabnya, bantuan wajib disalurkan sesegera mungkin. Gunakanlah helikopter, misalnya. Atau, negara bisa membeli sembako di minimarket terdekat dari lokasi banjir untuk dibagikan kepada para korban. Namun, yang terjadi di lapangan adalah sebaliknya. Banjir besar di Sumatera belum dapat ditangani secara maksimal. Penjarahan pun sudah terjadi di minimarket akibat keterlambatan penyaluran bantuan di sana.
Ini sungguh memprihatinkan. Ketika negara mampu membagikan makanan gratis kepada siswa, tapi tidak kepada korban banjir. Kita semua berharap secepatnya bantuan sampai di tangan mereka. Semoga!









0 comments:
Post a Comment