Wednesday, June 2, 2021

TJITA-TJITA DARI RATAHAN, Sebuah Puisi dalam Tjahaja Sijang, No. 2, Th. 54, 17 Januari 1923


Karya A. Noni Kalengkongan dan Sakul Goeroe Bantoe 

"Ilmu dunia hendak dicari,
'Ilmu akhirat lebih pikiri;
Ilmu dunia letak di kiri,
"Ilmu akhirat di badan diri.

Maha tinggi Tuhan Yang Esa,
Dunia akhirat empunya kuasa;
Melindungi umatnya senantiasa,
Mengaruniakan rahmat segenap masa.

Tuhan menaruh kasih dan sayang,
Melindungi makhluk malam dan siang,
Tetapkan 'ibarat dan sembahyang,
Agar selamat di waktu datang.

Nama yang keji hendaklah jauhi,
Nama yang harum hendaklah cari;
Nasihat dan petua hendaklah teguhi,
Nilaiannya itu tidak terhargai.

'Adat yang sopan harum baunya,
'Adat yang keji banyak cacatnya;
'Lurus hati mahal harganya,
'Banyak orang menawarnya.

Hati kita amatlah sedih,
Bagaikan tersiram air mendidih;
Segenap badan merasa pedih,
Karena dosa ada menindih.

Ratahan, 10 Desember 1922
------------------------------------------------------
Sumber tulisan: Meneer Perlentee (Antologi Puisi Periode Awal)

Sumber ilustrasi: Pixabay

0 comments: