Saturday, March 14, 2020

Ini Kata Menhan Soal Detil Gencatan Senjata di Idlib, Suriah. Adakah Pengaruhnya terhadap Indonesia?


Seperti kita ketahui bersama di bawah kesepakatan 2018 dengan Rusia, pasukan Turki dikerahkan ke Idlib untuk melindungi warga sipil dari serangan rezim dan sekutunya.

Dan, Turki juga meluncurkan Operasi Perisai Musim Semi pada 27 Februari, setelah 34 tentara gugur dalam serangan udara rezim Bashar al-Assad di Idlib yang berulang kali melanggar kesepakatan gencatan senjata sebelumnya.

Nah, mengutip Anadolu Agency, Sabtu (14/3/2020), delegasi militer Turki dan Rusia menyepakati perincian gencatan senjata baru di provinsi Idlib, barat laut Suriah, kata Menteri Pertahanan (Menhan) Turki pada Jumat (kemarin).


Patroli pertama Turki dengan Rusia akan digelar di jalan raya M4 di Idlib pada 15 Maret, kata Menhan Turki

Dikabarkan pembicaraan selama empat hari antara dua delegasi berakhir di gedung Kementerian Pertahanan Turki di Ibukota Ankara.

Menhan Turki, Hulusi Akar, mengatakan bahwa pada pertemuan itu, sebuah dokumen yang berisi kesepakatan gencatan senjata di Idlib ditandatangani oleh delegasi Turki dan Rusia dan sudah mulai berlaku sejak saat itu.

Dirinya mengatakan patroli gabungan pertama Turki dan Rusia di jalan raya M4 di Idlib akan dilakukan pada 15 Maret besok di sepanjang jalan raya M4 dari permukiman Trumba, di sebelah barat Saraqib, ke permukiman Ain al-Havr.

Dalam media itu, Akar juga mengatakan Turki dan Rusia akan membangun pusat koordinasi bersama di wilayah ini.

Berdasarkan perjanjian tersebut, seluruh aktivitas militer berakhir di Idlib dengan pembentukan koridor keamanan 6 kilometer di utara dan selatan jalan raya utama M4.

Lantas adakah pengaruhnya terhadap Indonesia?

0 comments: