Saturday, November 23, 2019

Seorang Teman Menjadi Penagih Utang, kok Saya Teringat Utang Negara Ya?


Tadi pagi saya bersama seorang teman "ngobrol" di warung kopi. Katanya, ia bersama tiga temannya diminta seorang "kaya" menagih utang kepada seseorang. Jumlahnya tergolong besar. Ratusan juta, lumayanlah.

Sudah tiga tahun utang tersebut belum dibayarkan yang bersangkutan. Ada saja alasannya jika dihubungi. Padahal saat meminjam, janjinya, tiga bulan akan dibayar.

Di sela-sela perbincangan kami, ia menunjukkan video bukti bahwa dirinya bersama ketiga temannya telah menjalankan tugas dengan baik. Ya, sebagai penagih utang.

Setelah perbincangan usai, saya teringat utang negara kita yang jumlahnya kian bertambah besar. Lantas, siapa yang akan menjadi penagihnya? Kapan waktunya? Jika belum sanggup membayar bagaimana? Apakah negara Indonesia akan disita? Atau bagaimana?

Oh, membayangkannya saja sudah begitu mengerikan.

0 comments: