Wednesday, January 9, 2019

Puisi-Puisi Moh. Ghufron Cholid




RAMBU RINDU

Bila rindu
        Hanya remukkan hatimu
Hentikan saja, kasih
       Tak usah kau biarkan tumbuh

Sebab rindu
    Bukan soal pilu
Yang merias waktu
     Melainkan keterikatan, teguhkan bahagia

Junglorong, 9 Januari 2018


ENDANG KARTINI

Kita hanyalah peramu kata
        Meski tinggal di rumah berbeda

Terkadang rindu, mesti bertamu
     Biar rasaku, rasamu kian dewasa mengenal waktu

Tak jadi soal sedikit-banyak yang kita lahirkan
Tak jadi ukuran di rumah atau dalam pengembaraan

Selama bisa menulis
Waktu tampak begitu manis

Junglorong, 9 Januari 2019


KEPADA TUAN DAROJAT

Ini waktu begitu khidmat
Ambil penamu paling keramat
Mari kita bergerak lenyapkan kesumat

Junglorong, 9 Januari 2018


PERCAKAPAN BATU

betapa pun istimewa diri
kau, aku hanyalah batu yang diberkahi
takkan mampu menyaingi
Ilahi yang Maha Asri
          Maha Misteri

kau, aku
hanyalah batu
       hanyalah batu

meski kelimau
     sampai buat silau
takkan mampu memberi restu
      sampai akhir kau, aku
hanyalah abu, hanyalah
abu

Junglorong, 10 Januari 2018 M/ 1439 H


SISI UNIK BATU AKIK

bermukim, bermukimlah dalam tubuhku
khodam-khodam atas izin maha tentram
biar yang muram
        yang dendam
berpindah alamat
      biar kesumat
hilang denyut

Junglorong, 15 Januari 2018




Moh. Ghufron Cholid adalah nama pena Moh. Gufron, S.Sos.I, lahir di Bangkalan, 7 Januari 1986 M. Pendiri Pesantren Penyair Nusantara di FB. Karya-karyanya tersebar di berbagai media seperti Mingguan Malaysia, New Sabah Times, Mingguan Wanita Malaysia, Mingguan WartaPerdana, Utusan Borneo, Tunas Cipta, Daily Ekspres, Bali Post, Majalah Horison, Majalah QALAM, Majalah QA, Majalah Sabili, Radar Madura, Koran Madura, Radar Surabaya, poemhunter.com, kompas.com, dll.

Selain itu, juga terkumpul dalam berbagai antologi, baik cetak maupun daring, yang terbit di dalam dan luar negeri seperti, Mengasah Alief, Epitaf Arau, Akar Jejak, Jejak Sajak, Menyirat Cinta Haqiqi, Sinar Siddiq, Ketika Gaza Penyair Membantah, Unggun Kebahagiaan, Anjung Serindai, Poetry-poetry 120 Indonesian Poet, FlowsintotheSinkintotheGutter, Indonesian PoemsAmongtheContinents, Mahar Siul bersama Para Penyair Sampan (2018), dll.

Beberapa puisinya pernah dibacakan di Japan Foundation Jakarta (10 Agustus 2011), di UPSI Perak Malaysia (25 Februari 2012), di Rumah PENA Kuala Lumpur Malaysia(2 Maret 2012) dan di Rumah Makan BiyungJemursari Surabaya dalam acara buka bersama Pipiet Senja (30 Juli 2012), di Jogja dalam Save Palestina (2012), di Sragen dalam Temu 127 Penyair Dari Sragen Memandang Indonesia (20 Desember 2012), di Pekalongan dalam Indonesia di Titik 13 (Maret 2013), di Sastra Reboan dalam Temu Sastra Indonesia-Malaysia (Agustus 2013), di P.O.RT AmanJaya, MydinMall dan Dewan Bahasa dan Pustaka Malaysia dalam Kongres Penyair Sedunia ke 33 (21,23, 26 Oktober 2013), di Brunei ketika menikmati indah kampoeng air (7 November 2013) di Al-Izzah Islamic BoardingSchool Batu Jawa Timur dalam safari menulis bersama Pipiet Senja dkk (Juli, 2014), di RRI Sumenep (5 Januari 2015), di Pondok Pesantren Putri dan Putra Darul Ulum Banyuanyar Pamekasan (27&28 Juni 2015), di Bandung dalam Temu Sastra Indonesia Malaysia (2015), di Janati Park dalam Temu Mahasiswa Madura selepas shalat Idul Adha (24/09/2015), di Kampung Toga Sumedang (2015), di Teater Gunung Kunci Sumedang (26/09/2015), di Pesantren Al-Amien PRENDUAN dalam acara Bhineka Tunggal Ika (26/10/2015).

Buku puisi terbarunya Menemukan Allah (Pena House, 2016). Penerima Anugerah Kedua Hescom 2015 Vlog dan Rubaiyat (5 Desember 2015) di Malaysia. Pemenang Kedua Esastera Kritikan Cereka Sumpahan karya Irwan Abu Bakar (2016). Pemenang Kedua Esastera Kritikan Dekalamasi Puisi yang diselenggarakan Esastera Malaysia (2016). Alamat Rumah Pondok Pesantren Al-IttihadJunglorong Komis Kedungdung Sampang, Madura.


0 comments: