![]() |
| Ilustrasi: Pixabay |
Ini kejadian seribu tahun lalu di sebuah negara terkorup sedunia. Saking rakusnya, pemerintah negara tersebut membuatkan rekening tunggal di bank untuk setiap masjid secara keseluruhan. Orang-orang tamak itu tergiur dengan uang infak yang jumlahnya sangat fantastis.
Mengetahui akal busuk pemerintah tersebut, seluruh jamaah langsung tidak setuju. Alhasil, celengan diganti dengan ruangan besar. Para jemaah ada yang memberikan paku, semen, dan barang lainnya ketika masjid mereka akan ada perbaikan. Bahkan, mereka pula yang menyediakan para pekerjanya.
Untuk keperluan lain pun, seperti menu berbuka puasa bersama, pihak masjid langsung menerima makanan dan minuman siap saji dari para jemaah.
Dengan kecerdasan para jemaah di sana, pemerintah Negara Republik Sen La Nah akhirnya gigit jari alias mati kutu. Selang beberapa tahun kemudian, negara berlambangkan piring cokelat itu bangkrut dan tutup permanen.
Begitulah jadinya jika pemerintahan dipegang oleh orang-orang yang penuh dosa. Mereka tentu tidak akan berhenti berbuat dosa, kecuali tobat tidak lagi menjadi ahli dosa. Dan, idealnya rakyat wajib cerdas agar tidak dikadalin mereka.
Sekadar informasi, setelah tutup permanen, rakyat bersatu padu membukanya kembali dengan pemerintah yang baru.
(Cerita di atas hanya fiksi. Jika ada kesamaan kasus, itu hal biasa. Tidak usah diributkan)









0 comments:
Post a Comment