![]() |
| Ilustrasi: Pixabay |
Sudah tiga prajurit Indonesia gugur di Lebanon dalam dua penyerangan yang berbeda. Penjaga perdamaian yang seharusnya bebas dari serangan, tapi pada kenyataannya diserang Israel juga. Ini sungguh pelanggaran berat. Israel harus dihukum sebagai penjahat perang.
Ya, minimal ada harapan ke arah sana meskipun selama ini Israel selalu kebal hukum. Segala putusan hukum internasional hanyalah angin kecil yang berembus pelan dan tiada berarti apa-apa bagi bangsa zionis tersebut.
Dari kejahatan ke kejahatan. Itulah Israel. Termasuk pula dengan gugurnya tiga prajurit pemberani Indonesia. Meskipun mereka gugur sebagai pahlawan, tetapi idealnya hukum harus ditegakkan. Israel wajib mendapatkan hukuman setimpal atas kejahatan ini. Pemerintah Indonesia harus berani menyikapinya dengan tegas.
Nah dari dua penyerangan itu, adakah latar belakang yang kuat dari Israel sehingga menyasar prajurit-prajurit Indonesia?
Sekilas kedua peristiwa tersebut merupakan penyerangan "umum" ke Lebanon. Akan tetapi, akibat yang ditimbulkan adalah gugurnya tiga prajurit asal Indonesia. Apakah ini wajar? Mungkinkah Israel sengaja menargetkan TNI sebagai pesan maut kepada Bangsa Indonesia? Mungkin ya.
Kalau kita perhatikan, belakang ramai tuntutan sebagian rakyat Indonesia agar Presiden Prabowo Subianto menarik Indonesia dari Board of Peace. Bisa jadi Israel sangat marah akan hal ini sehingga menyampaikan pesan lewat serangan maut agar Indonesia tetap di BoP.
Tapi, itu hanyalah kemungkinan belaka. Yang jelas, apa pun itu, Pemerintah Indonesia harus bertindak tegas atas gugurnya tiga pahlawan Indonesia di Lebanon akibat serangan Israel.









0 comments:
Post a Comment