Saturday, August 30, 2025

Tindak Tegas Demonstrasi dengan Menindak Penjahat Negara

 

Ilustrasi: Pixabay

Ini baru benar. Cabut akar masalahnya. Dalam kehidupan ada satu hukum yang sangat terkenal, yakni kausalitas. Ada sebab dan akibat. Ada aksi dan reaksi. Dan, hal ini selalu berkelanjutan. Artinya dari sebab menjadi akibat, lalu akibat itu pun pasti menjadi sebab untuk akibat yang lainnya lagi. 

Contohnya adalah, seorang pemimpin negara yang menindak tegas para demonstran dengan mengabulkan permintaan mereka, maka melahirkan akibat baru, yakni suasana yang adem ayem. Para demonstran akan sangat berterima kasih dan mendukung penuh pemimpin yang dimaksud. 

Pertanyaannya, apakah semua pemimpin berlaku demikian? 

Agaknya sangat jarang. Itulah sebabnya, terjadi kericuhan yang kian tajam. Seorang pemimpin dituntut mampu berlaku bijak. Sebutlah Presiden Indonesia yang kini menghadapi gelombang massa di banyak daerah dalam bentuk demonstrasi. Idealnya, Prabowo Subianto berdiri bersama rakyat. Sebagai pemimpin negara yang dipilih secara demokratis dalam pemilu, dia wajib mendukung rakyat sepenuh jiwa dan raganya. 

Ya, dia bekerja untuk rakyat. Sekali lagi UNTUK RAKYAT! Jika malah sebaliknya, ada kemungkinan terburuk bahwa dia akan segera dilengserkan seperti bekas mertuanya dulu. Tentu saja, itu sangat tidak dia harapkan. Maka, hanya ada satu cara, yakni dia wajib mendukung seluruh tuntutan rakyat yang disuarakan dalam gelombang besar demonstrasi sekarang ini. Titik!!!!!! 


0 comments: