Sunday, July 18, 2021

Puisi-Puisi Puntadewa


TRAGEDI HATI
pro: Bung Prie G.S.

Kutangkap sesosok setan
saat engkau malam-malam hadir mengibarkan bendera
tiang sunyi kemerdekaan kolusi sahabat
tak ada iringan lagu merdu dan doa-doa syahdu
biar semua tahu
di hati ini menjelma tragedi

Kutangkap sesosok setan lain
saat engkau mencoba melirikkan rembulan
malam penuh bintang kedamaian
tak ada kunang-kunang berkilau
di makam puisiku teronggok khayalan
tragedi hati anak tiri

Kutangkap suara-suara sumbang
keadilan terbuang
sampang runyam berbelukar
di rawa-rawa kejujuran pecundang kematian
gelak gagak menyeruak
menemukan bangkai di hati ini di ujung sendiri

Kudus, 1998


JABOTABEK

Sepotong ketela kumakan pagi-pagi
saat mentari belum menari
mengiringi embun-embun berlari
mencari-cari jati diri
Seteguk air putih menyapa lidah
selamat pagi tuan
sudahkah bendera kelaparan tuan kibarkan
batu-batu nisan tuan gadaikan
semen-semen tuan timbun di gudang kemarahan
buruh-buruh kecil tuan beri sayap
biar terbang seperti debu-debu jalanan
hinggap di kebun singkong
kurus juga badan bertulang kemauan
dan peluh-peluh berceceran
di tanah bebatuan

jika sebatang rokok terbakar
asap mengepul tak henti-henti
ke mana tuan berjalan
pabrik-pabrik diam tak menyapa
pohon-pohon meranggas pucat menunggu ajal
di pinggir jalan
matahari hadir

Kudus, 1997

Puntadewa. Puisinya dimuat di Buana Minggu, Suara Karya, Suara Pembaharuan, Suara Muhammadiyah, dan lain-lain, di samping terantologi dalam Angin Ladang, Menara 2, Blue, dan Antologi Puisi Indonesia

---------------------------------------------------------------
Sumber tulisan: Jentera Terkasa
Sumber ilustrasi: Pixabay

0 comments: