Saturday, July 17, 2021

AMSAL SEBATANG POHON


 

Karya Ibramsyah Amandit

Tumbuh seperti di negeri tukang:
kita mabuk darat
menderita pencernaan

Sedang di atas dahan kicau burung
mengajarkan realita mimpi
dan khayalan menu makanan

Banyak buah halal-haram
diracik dibagikan
tutur ketuhanan telah ranum
masak berjatuhan

Di pucuk pohon;
segelintir pemanjat
berkata: - ya, ya!
tak hirau lapar dan sekarat

Aku ke sana akhirnya
tak tiru-tiru orang tuhan
masalahku menjadi bagaimana
                - seperti tuhan!

Tamban, 6 Oktober 2008
----------------------------------------------------------------
Sumber puisi: Badai Gurun dalam Darah
Sumber ilustrasi: Pixabay


0 comments: