Tuesday, October 13, 2020

Relawan Muhammadiyah Ditabrak, kemudian Dipukul, Setelah Terjatuh Diseret ke Mobil Sambil Dipukul dengan Tongkat dan Ditendang



Selama ini, Muhammadiyah sebagai salah satu ormas terbesar di Indonesia selalu taat hukum. Tidak pernah ormas ini melakukan perbuatan anarkis. Bahkan, ketika beragam demonstrasi terjadi pada era Jokowi, Muhammadiyah tetap kalem. Termasuk berusaha untuk tidak berdemo. 

Ketum Muhammadiyah sendiri mengatakan bahwa mengajak orang ke perpustakaan lebih sulit daripada mengajak demonstrasi. Artinya, itu sebuah sentilan untuk tidak melakukan aksi demonstrasi di jalan mengkritisi Jokowi pada 2016 silam.

Akan tetapi, apa yang telah dilakukan Muhammadiyah kurang cukup berarti. Terbukti, seperti terlansir RMOL, sejumlah relawan Lembaga Penanggulangan Bencana PP Muhammadiyah atau Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) diduga mengalami tindak kekerasan dari aparat, saat bertugas memberikan pelayanan kesehatan dalam aksi demonstrasi tolak omnibus law UU Cipta Kerja (Ciptaker) pada Selasa (13/10) kemarin. 

"Empat orang relawan MDMC yang bertugas dengan seragam bertuliskan “Relawan Muhammadiyah” ditabrak dahulu dengan motor oleh polisi, kemudian dipukul. Setelah terjatuh diseret ke mobil sambil dipukul dengan tongkat dan ditendang," kata Ketua MDMC Budi Setiawan dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (14/10) yang dikutip media itu.


0 comments: