![]() |
| Ilustrasi: Pixabay |
Siswa kelas IV sekolah dasar di Nusa Tenggara Timur bunuh diri. Ini sangatlah memprihatinkan. Terlebih penyebab kuatnya karena tak dibelikan buku tulis dan pulpen. Bukan hanya dunia pendidikan, tetapi seluruh rakyat Indonesia berduka.
Terbayang jika di sekolah tersedia alat tulis gratis untuk siswa, maka tragedi itu tidak akan terjadi. Mereka akan riang gembira menikmati proses belajar-mengajar yang sehat dan membahagiakan. Tentu saja pemerintah wajib menjadikan hal ini sebagai pelajaran penting bahwa siswa lebih memerlukan alat tulis gratis (ATH) daripada makan bergizi gratis (MBG) .
Lebih jauh lagi, kalau kita mau berpikir lebih luas, dalam, dan menyeluruh, ada berapa anak yang putus sekolah di luar sana karena tak ada biaya?
Seandainya kondisi di lapangan benar-benar menjadi perhatian utama di negeri ini, masalah demi masalah akan dapat diatasi dengan baik. Aliran anggaran pengeluaran belanja negara pasti akan tepat sasaran.
Lantas apakah pemerintah tetap ngeyel mempertahankan MBG dan mengesampingkan masalah-masalah yang sebenarnya lebih urgent?









0 comments:
Post a Comment