Sunday, December 6, 2020

Tiga Puisi Sunaryo Broto




Kusunting Kau di Tanggal 17 Agustus

Kusunting kau di tanggal 17 Agustus
supaya waktu mencatat
dan ruang menerima

Kan kubelikan sebuah kamera
untuk mas kawin kita
biar bisa kita potret bersama
sudut kota dan desa
pembangunan dan ketimpangan
atau kemacetan jalan
dan ramai sidang dewan
tempat rakyat bertanya
yang gemanya hanya berseliweran
di sekitar kita

Kan kubelikan cat air dan tinta
untuk mas kawin kita
biar bisa torehkan warna
di sekeliling kita
hingga suatu saat
kalau pudar ronanya
akan ada yang bertanya
"mana warna-warna?"

Kusunting kau di tanggal 17 Agustus
supaya tempat mencatat
dan peristiwa menyambutnya

Kupersembahkan sebuah puisi
pengusir rasa sepi
dan menyadari
bahwa hidup harus berarti
Kupanjatkan doa
dan kubacakan sebuah kitab suci
sebagai pengisi hati
agar bahagia hidup ini

Kusunting kau di tanggal 17 Agustus
saat upacara peringatan
telah menjadi monumen belaka


Bontang-Jakarta dan Bunga-Bunga
Kepada Ir. Arifin Tasrif

Selamat pagi Jakarta
Masihkah tersisa jejakku
Bau keringat basah
Dan luruh waktu di genggaman jutaan orang
Yang berlari pagi sampai malam
Haruskah kuketuk pintumu keras-keras
Agar jelas
Mana gertakan dan mana erangan

Selamat siang Jakarta
Rasanya aku harus menyapa
Bukan dengan sorot mata
Masih lamat-lamat hinggap di kepala
Deru suara mesik sibuk
Dendang alam dan angin Bukit Sintuk
Begitu menyejuk
Bontang-Jakarta hanya jarak
Dan perpisahan hanya kata-kata usang
Yang tak perlu penghayatan
Untuk sebuah karya
Di mana pun tak ada beda

Selamat malam Jakarta
Buah karya dari Bontang
Akan selalu kukenang
Dalam sedih dan senang


Di Pinggir Sungai Mahakam

Patung Lembuswana gagah membentang
Jembatan dan lampunya mulai benderang
Sinar cahaya di pulau Kumala
Membayang di sungai Mahakam

Mana kecipak pesut yang mulai beringsut?
Air keruh di sungai yang tak juga surut
Mana bekantan yang akan beranak pinak?
Bangunan mewah di Pulau Kumala makin semarak

Rumah-rumah kayu tua
Dengan halaman air seadanya
Perahu membawa penumpang
Hilir mudik meraup uang

Anak kecil bergembira
Main mandi bola dan mobil-mobilan
Sedang orang tua duduk di tepian
Menunggu di pinggir Sungai Mahakam

Menjelang senja
Pedagang kaki lima berbenah menata
Tetapi untuk mencuci piringnya
Mereka mengambil air sungai sebelahnya

Aku mengeja warna
Dengan rasa seadanya

Tenggarong, 2 Juli 2007


BIODATA SUNARYO BROTO













LAHIR di Karanganyar, Jawa Tengah, 7 April 1965. Menghabiskan masa kecilnya di daerah kelahirannya, Nglano Wetan, Kec. Tasik Madu, Kab. Karanganyar. Pendidikan menengahnya di SMP dan SMA Negeri Karanganyar. Pendidikan S1 di Teknik Kimia Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta (lulus 1991). Menyelesaikan pendidikan Program Magister Manajemen Konsentrasi SDM Universitas Mulawarman (2005). Bekerja di PT Pupuk Kaltim sejak tahun 1992 sampai sekarang di beberapa unit kerja, di antaranya di Operasi Kaltim-1, Litbang, Corporate Secretary. Humas dan Pengembangan SDM. Selain itu juga sebagai Ketua V KKPKT (Korps Karyawan Pupuk Kaltim). 

Hobinya membaca, menulis, traveling, fotografi dan nurseri. Sewaktu mahasiswa pernah menjadi Pengurus Majalah Mahasiswa UGM, Balairung (1986--1987). Mendirikan Majalah Mahasiswa Teknik Kimia UGM, Entropi (1987). Di Bontang aktif pada beberapa kegiatan, khususnya pada bidang pers dan jurnalistik di lingkungan Pupuk Kaltim. Mendirikan Buletin Baiturrahman (1992), Pengasuh Acara "Obrolan Kopi Pahit" Radio Suara Khatulistiwa (1993-1995), Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi Buletin Baiturrahman (1994-1996), Manajer Retina Production House Yayasan Baiturrahman (1995--1998), Manajer Percetakan Ababil YB (1997--1998), mendirikan & Pengurus Publik Katulistiwa Televisi (PKTV) (1998--2000), Pengurus Yayasan Pupuk Kaltim (2000), Komisaris Utama PT Radio Suarakatulistiwa (2000)., Komisaris PT Katulistiwa Media yang membawahi PKTV (2001), aktif di Buletin Pupuk Kaltim sejak tahun 1995 dan Pemimpin Redaksi Buletin Pupuk Kaltim (2001--2002) dan Media Pupuk Kaltim (2003--2004). Pernah sebagai pendiri dan pemimpin redaksi majalah Selaras, KKPKT. 

Beberapa artikel, cerpen, puisinya pernah dimuat di media massa, seperti Suara Kaltim, Republika, dan Manuntung (Kaltim Post). Beberapa karyanya telah dibukukan, di antaranya antologi puisi Sosial mahasiswa UGM Biarkan Kami Bermain (Balairung, 1987), antologi puisi Islam Hijrah Jamaah Shalahudin UGM, 1987), Antologi Puisi Bontang (1993), Catatan Haji Sebuah Hati (Etam Media Press, 2007), kumpulan puisi tunggal Balada Manusia Industri (2008), kumpulan puisi tunggal Tentang Waktu (2010), kumpulan cerpen tunggal Pertemuan di Kebun Raya (2010). 

la juga terlibat dalam penyusunan penerbitan perusahaan, antara lain buku Dwiwindu Pupuk Kaltim (1993), buku 25 Tahun Pupuk Kaltim Perjalanan Penuh Tantangan (2003), buku Pupuk Kaltim Tumbuh dan Berkembang Bersama Masyarakat (2003), dan beberapa penerbitan annual report (1997--2008). la pernah mengikuti pameran foto dan lukisan di Bontang dan Balikpapan. Sekali waktu sebagai narasumber seminar atau talk show. Dia juga pernah diundang baca puisi ke Yogyakarta. Namanya tercantum dalam buku Ensiklopedi Sastra Kaltim dan Biografi Pengarang Kalimantan Timur


Sumber tulisan: Buku "Kalimantan dalam Puisi Indonesia"
Sumber foto: Pixabay dan Facebook 

0 comments: