Sunday, March 22, 2020

Peribadahan di Kompleks Masjid Al-Aqsa Ditangguhkan karena COVID-19, Bagaimana Penjelasannya?


Banyak tempat ibadah ditutup ketika wabah COVID-19 menyebar di banyak tempat. Terkait hal itu, seperti terlansir Reuters, Senin (23/3/2020), semua peribadahan umat Islam di Kompleks Masjid Al-Aqsa Yerusalem akan ditangguhkan dari Senin sampai pemberitahuan lebih lanjut dalam upaya untuk mencegah penyebaran coronavirus, kata para pejabat agama pada hari Minggu.

Diberitakan bahwa pintu-pintu masjid dan Kubah Batu yang bersebelahan sudah ditutup. Meski demikian, para jamaah masih bisa berkumpul di daerah terbuka di puncak bukit, yang dikenal oleh umat Islam sebagai Haram Ash-Sharif dalam Kompleks Al-Aqsa.

"Diputuskan untuk menunda kedatangan jamaah untuk salat melalui semua gerbang ke masjid al-Aqsa mulai Senin," kata sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh Kementerian Wakaf dan Urusan Islam di Yordania, yang bertindak sebagai penjaga situs, yang ketiga paling suci dalam Islam setelah Mekah dan Madinah.

Dekrit baru juga menunda ibadah di luar ruangan. Sesi-sesi itu biasanya menarik banyak orang, meskipun jumlahnya telah berkurang dalam beberapa minggu terakhir. Direktur Masjid Palestina, Sheikh Omar Kisawni, mengkonfirmasi keputusan itu kepada Reuters.

Para pemimpin agama di tempat-tempat suci lainnya di Kota Tua yang berdinding Yerusalem, seperti Tembok Barat yang berdekatan dan Gereja Makam Suci, juga telah menetapkan batasan kehati-hatian.

Sementara para pekerja dan penjaga di kompleks keagamaan itu akan terus diizinkan masuk, dan mengumandangkan azan akan berlanjut seperti biasa, kata dewan wakaf, yang mengawasi situs-situs Islam di Yerusalem.

0 comments: