![]() |
| Ilustrasi: Pixabay |
Belakangan ini heboh soal keterlibatan Indonesia dalam Board of Peace (BoP) bentukan Donald Trump. Karena masuknya Indonesia di dalam Dewan Perdamaian itu, negeri ini mengeluarkan Rp16,7 triliun. Sebuah angka yang sangat besar. Jika untuk pembangunan, pastilah sangat terasa bagi rakyat kita.
Nah, kehebohan ini disaingi oleh kasus seorang anggota TNI dan seorang anggota polisi Indonesia yang menuduh seorang pedangang es gabus menggunakan spon sebagai bahan utama es tersebut. Perhatian masyarakat pun langsung tertuju pada sang penjual es. Dan, seperti biasanya, Gubernur Kang Dedi Mulyadi segera membuat konten.
Kontennya meledak. Apalagi penjual es digambarkan suka berbohong. Masyarakat kian ramai memperbicangkannya. Bahkan, ada yang mengatakan ini adalah upaya mengalihkan perhatian masyarakat dari perkara BoP dan hal lain semisal soal keponakan sang presiden hingga keracunan makanan bergizi gratis.
Pertanyaannya, apakah benar kasus es gabus merupakan upaya seperti di atas? Nilai saja sendiri!








