Friday, August 29, 2025

Nyawa Rakyat Melayang, Pemimpin Sibuk MBG



Ada salah seorang bertanya, sudah benarkah judul di atas tersebut? 

Dulu, saya pernah ikut pelatihan kebahasaan di Jakarta. Rame suasananya dan asyik materinya. Terkhusus saat di bagian penulisan feature, konon, judul tidak boleh ada singkatan agar pembaca tidak kebingungan. Akan tetapi, dari sisi itu pulalah lahir rasa penasaran dalam jiwa pembaca, MBG apaan sih, misalnya. 

Meski tulisan singkat ini tidak membahas secara khusus soal MBG, namun ada perlunya juga diketahui bahwa kepanjangan dari tiga huruf itu adalah Makan Gizi Gratis. 

Nah, ada yang bilang saat ini Presiden Prabowo Subianto begitu semangat menyibukkan diri dengan makanan yang diberikan secara GRATIS kepada para siswa. Dan, sebenarnya sih tidak gratis juga karena orang tua siswa dan masyarakat luas membayarnya dengan pajak, pajak, pajak. 

Ok, kita tinggalkan dulu soal pajak. Kita langsung saja masuk ke persoalan yang sesungguhnya. Apakah itu? DEMOKRASI 



Dalam negara demokrasi, kebebasan berpendapat jelas diperbolehkan. Pemerintah tidak boleh berlaku keras. Harus ada ruang aman dalam penyampaian pendapat yang dilindungi aparat. Ya, aparat. Sebagai pemilik kekuasaan, rakyat wajib dilindungi. Sebutlah polisi, idealnya pasukan berseragam cokelat tersebut berdiri satu barisan bersama rakyat. 

Akan tetapi, apa yang terjadi? 

Alih-alih demikian, aparat malah berdiri berseberangan dari rakyat. Bahkan, salah seorang rakyat meninggal karena dilindas oleh mereka dengan mobil milik rakyat. Ini sungguh sebuah anomali yang nyata dan kejam. 

Lantas, di manakah pemimpin negara? Seperti yang saya sebutkan sebelumnya bahwa ada yang bilang beliau sedang menyibukkan diri dengan MBG. Ah, serius? Masa gitu sih? Begitulah yang saya baca. Dan entahlah, apa itu benar? 


0 comments: