Thursday, February 7, 2019

Nyai Indu Runtun



Di Kampung Mantangai ada seorang tabib wanita bernama Nyai Indu Runtun yang terkenal, baik keampuhan dalam hal pengobatan, kecerdikan, maupun budi pekertinya.

Kehebatan Nyai Indu Runtun ternyata tidak hanya di mata sesamanya, orang halus pun mengakui keampuhannya. Tanpa memandang apa dan siapa pun, apabila dimintai pertolongan ia selalu melayaninya dan memberi petuah-petuah yang mengarahkan kepada keselamatan hidup. Orang-orang halus di dunia bawah yang disebut jata (makhluk halus di dalam air) yang berupa buaya juga mengharapkan pertolongan pada Nyai Indu Rutun.

Di Mantangai ada pergantian kepala kampung yang sudah berusia tua. Atas kesepakatan semua warga kampung Nyi Indu Runtun dipilih menjadi kepala kampung. Setelah Kampung Mantangai dipimpin oleh Nyai Indu Runtun, maka keadaan masyarakat menjadi semakin aman.

Pada suatu malam hujan rintik-rintik, Nyai Indu Runtun didatangi menteri utusan dari dunia bawah untuk diminta bantuannya menyembuhkan adik raja buaya yang sedang sakit kerongkongan. Dengan syarat harus diperbolehkan membawa seorang lelaki pengantin baru dan istrinya yang telah disambar buaya, Nyai Indu Runtun berangkat ke kerajaan buaya.

Pada pagi harinya setelah malam hujan rintik-rintik itu, warga Kampung Mantangai ribut mencari Nyai Indu Runtun yang dikira telah disambar buaya.

Akhirnya Nyai Indu Runtun pun kembali dari kerajaan buaya dan orang-orang Kampung Mantangai sangat gembira atas kedatangan Nyai Indu Runtun. Untuk mengenang dan menyempurnakan roh Nyai Indu Runtun sampai sekarang di Sungai Mantangai sering diadakan balian (upacara adat) dengan berbagai sajian dan sansana (cerita), serta nyanyian karungut (nyanyian rakyat suku Dayak Ngaju).


0 comments: