Thursday, February 7, 2019

Bandar Huntip Batu Api,Cerita Rakyat Dayak Ngaju


Di Kampung Luwuk Batawi ada seorang raja yang gagah perkasa bernama Tamanggung Panembahan Raja Luwuk Batawi. Ia memPunyai seorang anak laki-laki bernama Bandar Huntip Batu Api. Setelah berusia empat belas tahun anak itu diajak pergi ke Pulau Batawi dengan mengunakan kapal besar yang diberi nama Pancar Wala dengan empat puluh orang tukang emas yang membuat lukisan matahari pada lawang salaka, tanda kepangkatan, ikat kepala, dan sebagainya dengan emas dan intan. Perjalanan itu melewati Sungai Kahayan dan Bandar Huntip Batu Api bertindak sebagai nahkoda.

Sesampainya di tempat tujuan, kedatangan mereka disambut dengan gembira oleh Tamanggung Panembahan dan bibi Bandar Huntip Batu Api. Kemudian dipukulnya gendang salaka untuk mengundang penduduk agar datang menghormati tamu agung itu. Atas saran ayahnya, Bandar Huntip Batu Api pergi menuju Pulau Seribu. Dalam perjalanannya itu Bandar Huntip Batu Api singgah di Tanah Dayak untuk menyelesaikan segala masalah yang ada di sana dengan dibekali buku Nagam (buku pusaka kerajaan).

Ia terus berlabuh menuju Tanjung Bereng Kalingu, tempat pamannya, Dambung Panembahan Muda. Setibanya di sana ia disambut dengan gembira dan menceritakan semua pengalamannya. Ia disarankan paman dan bibinya untuk mau mengawini putri mereka yang bernama Ratu Kamala. Saran itu diterima Bandar Huntip Batu Api dan ia ingin kembali dulu ke Luwuk Batawi untuk minta izin dari kedua orang tuanya.

Diiringi pemuka kampung, Bandar Huntip Batu Api beserta orang tuanya berangkat meminang Ratu Kamala. Pinangan mereka diterima Dambung Panembahan Muda, tetapi ditolak Ratu Kamala dengan alasan Bandar Huntip Batu Api terlalu menyombongkan pengalamannya.

Akhirnya dengan perjanjian kedua belah pihak bahwa pihak yang menolak harus didera sesuai ketentuan adat, maka mereka dinikahkan. Selama tiga bulan mereka menikah belum pernah berkumpul karena Ratu Kamala tetap tidak menghendaki. Dengan bantuan Dambung Panembahan Muda dan kesediaan Bandar Huntip Batu Api untuk menyerahkan Kampung Luwuk Batawi dengan seluruh isinya, Ratu Kamala menurut dan mereka hidup bahagia.
   

0 comments: