Monday, August 24, 2020

Ke Mana Tenaga Kerja Cina saat Negara Mereka Ingin Mempekerjakan Insinyur Korea Selatan dan Taiwan?

 

Ketika tenaga kerja asing dari Cina dipuji-puji melebihi tenaga kerja Indonesia, seakan-akan Cina adalah negara paling luar biasa di dunia. Sebuah negara dengan tingkat sumber daya manusia yang sangat hebat. 

Benarkah demikian? Apakah kata ulang "seakan-akan" itu memang harus diletakkan di sana? 

Mengenai ciri khas Cina yang suka meniru teknologi negara-negara maju, mulai dari sepeda motor hingga pesawat tempur, jelas bahwa Cina bukanlah negara yang sedemikian hebatnya. Mungkin benar, Cina dengan paham komunisnya kaya raya, tetapi bukan kaya dalam kecerdasan luar biasa di dunia. 

Cina memiliki kemampuan membeli teknologi, membongkarnya, menirunya, dan mengkreasikannya, serta menjualnya ke banyak negara. Kondisi yang demikian jelas terlihat akhir-akhir ini. Tepatnya di tengah sanksi Amerika Serikat yang dijatuhkan kepada Cina.

Ya, sanksi AS yang diperluas terhadap Huawei dan perusahaan teknologi Cina lainnya, yang akan diblokir dari mengakses komponen penting yang dibuat dengan teknologi AS, telah mendorong perekrutan insinyur Korea Selatan dan Taiwan. 

Seperti terlansir Taiwan News, Selasa (25/8/2020) situs web akuisisi bakat ditemukan memublikasikan iklan yang berusaha mempekerjakan desainer ID DRAM DDR4 10 nanometer. Iklan tersebut mengatakan perlakuan istimewa, seperti gaji tinggi, perumahan, dan sekolah internasional untuk anak-anak pekerja, akan diberikan kepada mantan insinyur Samsung Electronics dan SK Hynix.

Selain itu, pihak Cina mempekerjakan lebih daripada 100 insinyur dan manajer berpengalaman dari Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC).

Masih dari sumber yang sama, seorang analis industri juga mengatakan kepada BusinessKorea yang dikutip media itu bahwa beberapa produsen chip Cina juga mencoba memburu insinyur yang bekerja di pabrik Samsung di Xian, Cina, dan pabrik DRAM SK Hynix di Wuxi, China.

Orang dalam industri lain mengatakan pembuat chip memori Cina lebih suka insinyur Korea, sementara pabrik pembuat dan pengecoran Cina lebih suka insinyur Taiwan.

Mengutip sumber yang sama, awal bulan ini, Nikkei Asian Review, melaporkan bahwa Chinese Quanxin Integrated Circuit Manufacturing (QXIC) dan Hongxin Semiconductor Manufacturing Co. (HSMC) masing-masing telah mempekerjakan lebih daripada 50 mantan karyawan TSMC.


0 comments: