Tuesday, March 31, 2020

Arab Saudi Meminta Dunia Bersabar dalam Hal Haji dan Umrah


Arab Saudi dan COVID-19 menjadi pembicaraan khusus umat Islam sedunia. Bagaimana dengan pelaksanaan ibadah haji tahun ini? Lebih kurang pertanyaan seperti itulah yang terlontar terkait Arab Saudi dan COVID-19.

Mengutip SPA, Rabu, (1 April 2020), Menteri Haji dan Umrah, Dr. Muhammad Saleh bin Taher Banten, meminta negara-negara di dunia untuk bersabar dalam menyelesaikan kontrak haji untuk tahun ini 1441 H, hingga pandangan tentang COVID-19 dan efeknya saat ini dan masa depan menjadi jelas yang didasarkan pada tanggung jawab Kerajaan terhadap kesehatan masyarakat dunia.

Ia mengatakan bahwa Kerajaan, di bawah kepemimpinan Penjaga Dua Masjid Suci--Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud--dan Putra Mahkota sekaligus Wakil Perdana Menteri dan Menteri Pertahanan--Yang Mulia Pangeran Muhammad bin Salman bin Abdulaziz--prihatin dengan keselamatan semua jemaah dan pengunjung yang berada di hotel isolasi kesehatan hingga berada dalam kesehatan yang baik.

Dalam media itu, ia menambahkan, dalam sebuah wawancara dengan "TV Al-Ikhbaria": Kami telah berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan dalam sebuah tur inspeksi hotel yang digunakan untuk isolasi kesehatan guna memastikan bahwa semua layanan dan perawatan diberikan kepada para jemaah umrah di Mekah, yang menunjukkan bahwa Kerajaan menyediakan perawatan untuk 1.200 jemaah umrah yang tidak bisa kembali ke negara mereka.

Dirinya mengungkapkan bahwa, berdasarkan kondisi saat ini, jumlah yang dibayarkan oleh pemeroleh visa umrah, tetapi tidak dapat melakukan umrah karena kehati-hatian, saat ini sedang dikembalikan.

Masih dari sumber yang sama, Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada semua sektor pemerintah atas upaya besar mereka untuk melayani para jamaah.

0 comments: